KABUPATEN REMBANG
Kabupaten Rembang yang berada di perlintasan jalur transportasi darat
antar kota dan antar provinsi, seharusnya memiliki kesempatan
memanfaatkan sejumlah potensi yang ada. Tetapi beberapa tahun lalu kota
ini masih berstatus sebagai daerah tertinggal.
Kini mengalami kemajuan yang cepat dan berhasil lepas dari predikat
daerah tertinggal, bahkan berbagai mega proyek dibangun, diantaranya
untuk mencukupi kebutuhan air telah dibangun embung-embung besar seperi
embung lodan, embung panohan,dan embung-embung kecil lainnya.
Kemajuan Rembang dipastikan masih bisa ditingkatkan, menyusul lokasinya
berada di perlintasan Jalur Pantura Timur serta berbagai mega proyek
akan dibangun di kota ini, seperti pabrik semen dan sebelumnya juga
dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke yang akan terkoneksi
pada jaringan listrik Pulau Jawa dan Bali dan akan menghasilkan daya
hingga 2.000 megawatt.
Selain itu, Rembang juga akan memiliki Pelabuhan Umum Nasional (PUN) di
Desa Sendangmulyo senilai Rp386 miliar yang rencananya akan dioperasikan
pada awal 2012.
Pelabuhan tersebut, diyakini akan mendukung pertumbuhan ekonomi
masyarakat sekitar, menyusul pelabuhan tersebut akan dimanfaatkan untuk
masuk-keluar kapal barang berbobot mati 30-40 gross tonnage.
Kabupaten Rembang yang memiliki luas 101.408 hektare yang terbagi
menjadi 14 kecamatan dan 294 desa, juga memiliki sejumlah potensi galian
tambang seperti, pasir kuarsa, pospat, batu bara, batu gamping,
dolomit, kalsit, andesit, tras, lignit, tanah liat, ball clay, dan
gipsum.
Sejumlah galian tambang tersebut biasa digunakan untuk berbagai
keperluan industri, seperti pasir kuarsa biasa digunakan sebagai bahan
dasar keramik, gelas / kaca, semen, dan industri lain (cat, karet,
gerinda, logam, dan bata tahan api), demikian pula pospat yang digunakan
oleh industri pupuk dan industri kimia lain seperti detergen dan asam
fosfat.
Potensi galian tambang tersebut juga menarik investor untuk mendirikan
pabrik semen di kota ini.
Potensi pertanian dan peternakan yang dimiliki kota ini, juga tak kalah
dengan daerah lain, seperti komoditas tanaman pangan yang potensial
dikembangkan menjadi sebuah usaha agribisnis unggulan di Kabupaten
Rembang adalah komoditas jagung dan kacang tanah, menyusul di kabupaten
tetangga, yakni Pati terdapat dua pabrik besar makanan olahan dari
bahan baku kacang tanah.
Sedangkan komoditas tanaman sayur-sayuran yang menjadi unggulan, yakni
tanaman cabe merah varietas tampar yang merupakan plasma nutfah asli
Rembang dan memiliki karakteristik rasa sangat pedas, buah tidak mudah
busuk, warna merah cerah, dan produktivitasnya mencapai 11,25 ton/ha
serta harganya cukup bersaing di pasaran.
Produktivitasnya masih bisa dikembangkan dan bisa dijadikan daya tarik
investasi karena sentra produksi cabe merah tersebar di sejumlah
kecamatan, seperti Kecamatan Sarang, Kragan, sulang, Sale, Kaliori, dan
Sumber.
Komoditas peternakan yang menjadi unggulan Rembang, yakni sapi dan
domba. Bahkan Kabupaten Rembang merupakan salah satu sentra produksi
sapi potong di Jawa Tengah, menyusul populasi sapi potong pada tahun
2005 mencapai 97.257 ekor dan menempati urutan keempat di Jateng.
Kegiatan budidaya sapi potong meliputi usaha pembibitan ( Breeding ) dan
penggemukan (Fattening ). Adapun jenisnya, yakni sapi ongole, brahman,
simmental, limousine dan brangus.
Potensi pengembangan sapi potong menjadi usaha agribisnis terpadu sangat
terbuka dan prospektif mengingat daya dukung sumber daya manusia dan
juga sumber daya alam berupa lahan untuk hijauan pakan ternak maupun
adanya limbah pertanian yang belum termanfaatkan secara optimal.
Selain itu adanya kegiatan inseminasi buatan ( Artificial Insemination )
pada sapi semakin memberikan jaminan akan adanya ketersediaan sapi
bibit dan sapi bakalan yang berkualitas genetik unggul. Dari sisi
pemasaran, permintaan sapi potong terus mengalami peningkatan baik pasar
lokal, regional, nasional, bahkan internasional.
Potensi Rembang di bidang pariwisata juga cukup menarik untuk
dikunjungi, karena beberapa objek wisata yang ada memiliki nilai sejarah
cukup tinggi, seperti Makam Kartini dan Museum Kartini yang menyimpan
sejumlah koleksi dan kebiasaan semasa hidup pejuang kaum perempuan R.A.
Kartini selama hidup bersama suaminya Raden Adipati Joyoningrat Bupati
Rembang.
Sejarah perjuangan salah satu wali di Jawa juga bisa ditemukan di Kota
Rembang, yakni tempat pasujudan dan Makam Sunan Bonang yang berada di
Desa Bonang, Kecamatan Lasem, Rembang, serta sejumlah objek wisata
bersejarah lainnya maupun objek wisata alam untuk refresing keluarga.
Kerja keras pemerintah kabupaten Rembang melalui empat pilar program
strategis pembangunan yang dicanangkan Bupati Moch Salim, meliputi
peningkatan infrastruktur pelayanan publik, pendidikan gratis,
pengobatan gratis serta peningkatan ekonomi rembang diharapkan
benar-benar direalisasikan agar masyarakat bisa merasakan adanya
pertumbuhan ekonomi yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan
masyarakat setempat.