berusaha dan bekerja serta yakin dengan kemampuan yang kita miliki sebenarnya lebih dari yang dimiliki orang lain
English French German Spain Italian Dutch
Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Rabu, 11 Januari 2012

Paper Metode Penangkapan Ikan Pukat udang (shrimp trawl)

PAPER METODE PENANGKAPAN IKAN
Pukat Udang (shrimp trawl)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
            Pukat udang (shrimp trawl) merupakan jenis jaring berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang dengan sasaran tangkapannya udang. Pukat udang dioperasikan di Indonesia stelah adanya larangan penggunaan trawl melalui keppres No. 39 tahun 1980. Pukat udang merupakan modifikasi dari alat penangkap trawl, dimana jarring ini berbentuk kerucut. Jaring dilengkapi sepasang (2 buah) papan pembuka mulut jaring (otter board) dan Turtle ExcluderDevice/TED, yang berfungsi untuk meloloskan tangkapan selain udang (Ayodhyoa. 1983). Pukat udang (shrimp trawl)  merupakan alat tangkap yang banyak kita temukan di perairan Indonesia. Selain karena alat tangkap ini member hasil yang cukup besar bagi nelayan, alat ini juga ramah lingkungan dan disetujui penggunaannya oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Indonesia. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya. Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak.
Dalam perkembanganya Pukat udang (shrimp trawl) terus mengalami kemajuan baik dalam hal distribusinya maupun bentuknya. Walaupun di masing-masing daerah mungkin akan mempunyai nama yang berbeda-beda dan mengalami perubahan sesuai dengan keinginan penduduk setempat. Menurut sejarahnya asal mula shrimp trawl adalah dari laut tengah dan pada abad ke 16 dimasukkan ke Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, dan negara Eropa lainnya. Bentuk shrimp trawl waktu itu bukanlah seperti bentuk shrimp trawl yang dipakai sekarang yang mana sesuai dengan perkembangannya telah banyak mengalami perubahan-perubahan.
Sebagai alat tangkap yang banyak digunakan di Indonesia, tentunya kita perlu mengetahui dan memahami seluk beluk alat ini. Oleh karena itu, di makalah ini kita akan menemukan informasi-informasi berguna tentang pukat kantong, baik mengenai sejarah, klasifikasi, metodologi penangkapan.
1.2 Tujuan
Malakah ini dibuat sebagai “Tugas Wajib mengikuti Ujian Akhir Semester  Mata Kuliah Metode Penangkapan Ikan dan selanjutnya akan dijadikan bahan pertimbangan untuk penambahan nilai oleh dosen pembimbing mata kuliah tersebut diatas” dibuat dengan tujuan :
·         Mengetahui aspek fisik dan pengoprasian alat tangkap Pukat Udang Shrimp Trawl.
·         Mengetahui Sumberdaya dan unit penangkapan menggunakan Pukat Udang Shrimp Trawl.
·         Menganalisis kelayakan penggunaan alat tangkap tersebut di perairan Indonesia.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1.     Unit Sumberdaya
 Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya. Pukat udang dioperasikan di Indonesia setelah adanya pelarangan penggunaan trawl melalui Kepress No. 39 tahun 1980 (Baskoro, 2006). Seperti terlihat dengan jelas dari namanya,alat ini terutama digunakan untuk menangkap udang, selain juga ikan yang ada di perairan dasar (demersal) (Ayodhyoa. 1983). Jaring ditarik secara horizontal (mendatar) di dalam air. Alat ini dilengkapi dengan papan pembuka mulut jaring (otter board) yang membuat mulut jaring terbuka selama kegiatan penangkapan dilakukan.
Spesies Hasil Tangkapan
Hasil tangkapan utama dan menjadi sasaran utama tangkapan alat tangkap pukat udang ini adalah jenis-jenis udang (shrimp) seperti udang jerebung (Penaeus merguensis), udang windu (Penaeus merguensis), udang dogol (Penaeus merguensis), udang krosok (Penaeus merguensis).  Namun ada pula hasil sampingan dari penangkapan dengan pukat udang yaitu jenis-jenis ikan dasar atau jenis ikan demersal antara lain pari (Trygon sephen), bulu ayam (Setipirnna spp.), petek (Leiognathus spp.), cucut (shark), gulamah (Sciena spp.), kapas-kapas (Gerres spp), krepa (Epinephelus spp.), nomei (Harpodon spp.), bawal putih (Pampus argentus), rajungan (Portunus pelagicus), cumi-cumi (loligo spp.), sotong (Sepia spp.) dan lain-lainnya (Waluyo,1999).
Habitat dan Musim Tangkapan Udang
Habitat dari hasil tangkapan alat tangkap Pukat udang (shrimp trawl)  adalah daerah demersal, yaitu daerah perairan dasar yang berpasir atau berlumpur. Operasi penangkapan dapat dilakukan siang dan malam hari tergantung keadaan pula. Musim penangkapan dari pukat udang ini sepanjang tahun, kecuali pada saat-saat tertentu di mana cuaca tidak memungkinkan seperti pada saat musim barat..
2.2.    Unit Penangkapan Ikan
Pukat udang (shrimp trawl) pada prinsipnya terdiri dari bagian kantong (cod end), badan (body), sayap (wing), By-catch Excluder Device/BED, sewakan (otter board) dan tali tarik (warp). Desain pukat udang pada prinsipnya adalah sama dengan pukat harimau atau jaring trawl lainnya. Material (bahan) yang dipakai adalah PE, nylon, kawat (wire) Pukat udang ini dioperasikan dengan ditarik menelusuri dasar perairan oleh kapal berukuran 100 GT atau lebih dengan anak buah kapal (crew) lebih dari 10 orang. Lama penarikan antara 1-3 jam tergantung keadaan daerah penangkapan (fishing ground). Daerah penangkapan dipilih dasar perairan yang permukaannya rata, berdasar lumpur atau lumpur pasir.
Gambar 1. Kapal Operasi Pukat Udang
BED (By-catch Excluder Device) adalah bingkai berjeruji yang dipasang antara bagian badan dan kantong. BED berfungsi sebagai penyaring dan/atau alat yang meloloskan ikan yang bukan menjadi sasaran utama penangkapan (ikan target). BED merupakan komponen kunci yang menjadikan Pukat Udang termasuk ke dalam alat tangkap ramah lingkungan) karena memberikan nilai selektivitas yang tinggi (Waluyo. 1999).
Alat Tangkap Pukat Udang (Shrimp Trawl)
Menurut Usemahu, A.R. dan Tomasila, L.A. (2001), bagian – bagian pukat udang meliputi :
Tali penarik 
Panjang tali penarik biasanya diperhitungkan dengan pedoman dalamnya perairan di tempat dimana pukat udang dioperasikan. Pada umumnya panjang tali penarik berkisar 5 – 6 kali dalam perairan.
Bridleline
Bridle line adalah tali yang menghubungkan antara sayap jaring dengan otterboard. Tujuan pemberian tali ini adalah untuk menggiring ikan berkumpul di tengah – tengah jaring. Pada umumnya panjang bridle line sekitar 6 meter. Ada juga yang menggunakan bridle line sepanjang 50 – 100 meter, bahkan pada pukat udang umumnya tidak menggunakannya.
Dan Leno
Dan Leno adalah sebatang kayu yang dipasang pada tiap – tiap ujung sayap pukat udang yang gunanya untuk membuat sayap pukat udang dapat berdiri vertical dalam air.
Webbing
Besarnya jaring biasanya ditentukan oleh panjang tali ris atas. Ukuran jaring (mata jaring) ada yang sama dari ujung sayap sampai kantong, untuk ukuran mata jaring dari sayap ke kantong biasanya semakin kecil. Ukuran mata jaringnya adalah pada kantong ukuran mata jaring terkecil. Bahan yang digunakan untuk membuat jaring yang paling umum digunakan adalah bahan nilon.

Tali ris
Ada dua macam tali ris pada pukat udang yaitu tali ris atas dan tali ris bawah. Tali ris atas biasanya disebut head line sedangkang tali ris bawah biasanya disebut ground rope atau foot rope. Tali ris atas biasanya digunakan sebagai ukuran penentuan besarnya pukat udang tersebut.
Layang – layang
Layang – layang ini digunakan untuk membuat mulut jaring terbuka selebar mungkin ke arah vertikal. Prinsip kerja layang – layang sama dengan prinsip kerja otterboard. Perbedaannya apabila otterboard ditarik akan bergerak ke arah samping, sedangkan layang – layang akan bergerak ke arah atas. Layang – layang ini biasanya digunakan untuk midwater trawl.
Otterboard
Otterboard berfungsi sebagai pembuka sayap jaring ke arah samping. Besar kecilnya bukaan oterboard ke arah samping ditentukan oleh cara penyetelan tali guci yang ada pada otterboard tersebut. Ukuran otterboard harus disesuaikan dengan ukuran jaring, karena ukuran jaring ditentukan oleh panjang tali ris atas yang juga ditentukan oleh daya motor penggerak.

Jenis - Jenis Pukat Udang
Menurut Usemahu, A.R. dan Tomasila, L.A. (2001), berdasarkan macamnya
pukat udang dapat dikelompokkan berdasarkan :
1. Cara terbukanya mulut jaring
Ø  Beam trawl
Ø  Paranzella
Ø  Otter trawl
2. Berdasarkan daerah operasinya
Ø  Trawl dasar perairan (bottom trawl)
Ø  Trawl pertengahan (midwater trawl)
Ø  Trawl permukaan (surface trawl)
3. Berdasarkan jumlah kapal yang menariknya
Ø  Trawl satu kapal (one boat trawl)
Ø  Trawl dua kapal (two boat trawl)

4. Berdasarkan jumlah trawl yang ditarik pada tiap – tiap kapal
Ø  Trawl tunggal (single trawl)
Ø  Trawl ganda (double rig trawl)

5. Berdasarkan tempat penurunan dan penaikan alat tangkap ke atas kapal
Ø  Trawl samping (side trawl)
Ø  Trawl buritan (stern trawl)





Pada saat operasi, dapat terjadi hal-hal yang dapat menggagalkan operasi antara lain: Warp terlalu panjang atau speed terlalu lambat atau juga hal lain maka jaring akan mengeruk Lumpur, Jaring tersangkut pada karang atau bangkai kapal, jaring atau tali temali tergulung pada screw, Otterboat tidak bekerja dengan baik, misalnya terbenam pada lmpur pada waktu permulaan penarikan dilakukan dan hilang keseimbangan, misalnya otterboat yang sepihak bergerak ke arah pihak yang lainnya lalu tergulung ke jaring (Waluyo. 1999).
2.3.    Metode Pengoperasian Pukat Udang        
            Pukat udang (shrimp trawl) adalah jenis jaring berbentuk kantong dengan sasaran tangkapannya udang. Pukat udang dioperasikan di Indonesia stelah adanya larangan penggunaan trawl melalui keppres No. 39 tahun 1980. Pukat udang merupakan modifikasi dari alat penangkap trawl, dimana jarring ini berbentuk kerucut. Jaring dilengkapi sepasang (2 buah) papan pembuka mulut jaring (otter board) dan Turtle ExcluderDevice/TED. TED adalah alat pemisah untuk meloloskan penyu. Tujuan utamanya untuk menangkap udang dan ikan dasar (demersal), yang dalam pengoperasiannya menyapu dasar perairan dan hanya boleh ditarik oleh satu kapal motor. (Ayodhyoa. 1983)
Pukat memiliki jaring yang berbentuk kerucut dan terdiri atas tiga bagian. Bagian-bagian tersebut adalah:
-          Dua lembar sayap (wing)
-          Tali penarik sebagai penghubung ke dua sayap di atas (warp)
-          Badan(body)
-          Kantong (codenc)
-          By-catch Excluder Device/BED (alat penangkal hasil samping)
Panjang jaring dari pukat udang sekitar 33 m. Sedang papan trawl (otter board) berukuran 1,8 m panjang dan 1,4 m lebar, berat 500-562 kg/buah.
Pukat udang pada prinsipnya terdiri dari bagian kantong (cod end), badan (body), sayap (wing), sewakan (otter board) dan tali-tarik (warp). Desain pukat udang pada prinsipnya adalah sama dengan pukat harimau atau jaring trawl lainnya., tetapi pada pukat udang ini dilengkapi dengan BED. BED singkatan By-catch Excluder Device, tidak lain adalah jaring trawl yang telah mengalami modifikasi sedemikian rupa yaitu dengan menambahkan (menempatkan) bingkai jeruji pada bagian papan atau bagian perut antara badan (body) dan kantong (baca: cod end). BED berfungsi sebagai penyaring dan/ataualat yang meloloskan ikan yang bukan menjadi sasaran utama penangkapan (ikan target). BED merupakan komponen kunci yang menjadikan Pukat Udang termasuk ke dalam alat tangkap ramah lingkungan) karena memberikan nilai selektivitas yang tinggi (Muhamad, 2011). Pukat udang ini dioperasikan dengan ditarik menelusuri dasar perairan oleh kapal berukuran 100 GT atau lebih dengan anak buah (crew) lebih dari 10 orang. Lama penarikan antara 1-2 jam tergantung keadaan daerah penangkapan (trawl ground). Daerah penangkapan dipilih yang permukaannya rata, berdasar lumpur atau lumpur-pasir. Operasi penangkapan dilakukan baik pada siang maupun malam hari, tergantung keadaan. (Ayodhyoa. 1983)
            Teknisnya, pertama dilakukan persiapan baik dari nelayan, kapal dan alat tangkap (pukat udang). Setelah sampai di tengah laut atau mencapai target penagkapan, maka alat tangkap dipasang dan dibenamkan ke dalam laut. Apabila dilakukan siang hari maka dapat menggunakan burung untuk menggiring ikan ke dalam jaring, sedangkan pada malam hari dapat menggunakan lampu sebagai penarik perhatian ikan. Apabila telah dibenamkan, jaring ditarik oleh kapal selama beberapa waktu dan bila telah berisi hasil tangkapan maka jaring diangkat dan dipanen hasil tangkapannya.
Cara Pengoperasian Pukat Udang
Menurut Usemahu, A.R. dan Tomasila, L.A. (2001), cara pengoperasian meliputi tahap - tahap sebagai berikut :
Persiapan
Sebelum operasi penangkapan, terlebih dahulu segala peralatan dan perlengkapan operasional agar dipersiapkan secara teliti. Seperti penyusunan alat di tempatnya agar memudahkan saat diturunkan, pemeriksaan mesin – mesin (mesin induk, mesin winch), pembersihan palka, perbekalan es (apabila kapal tidak ada mesin pendingin).
Penurunan Jaring
Penurunan jaring pada saat operasi dengan menggunakan pukat udang dapat dilakukan setiap saat baik siang hari maupun malam hari, asalkan cuacanya baik dan memungkinkan untuk menurunkan jaring. Setelah kapal sampai di daerah penangkapan yang dituju, jaring dapat segeran diturunkan. Penurunan jaring mula -mula dari bagian kantong, BED, badan jaring, sayap, bridle line (apabila menggunakannya), otterboard dan tali penarik.
Penarikan jaring
Urutan penaikan jaring merupkan kebalikan dari urutan penurunan jaring. Selama operasi, jaring tersebut terus ditarik sampai kira – kira 2 jam, kemudian baru dapat dinaikkan ke atas kapal untuk diambil hasil tangkapannya.
Penanganan Hasil
Apabila seluruh bagian alat tangkap telah naik ke atas kapal, pengambilan hasil tangkapan dapat dilakukan dengan cara mengangkat pangkal - pangkal kantong dengan menggunakan boom, kemudian tali pada ujung kantong dibuka agar hasil tangkapan yang berada di dalam kantong dapat dikeluarkan atau tercurah di atas kapal.


KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
            Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau merupakan jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya. Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak.
Saran
            Dalam kegiatan penangkapan ikan tidak mudah perlu melihat pengaruh lingkungan, serta menjaga ekosistem laut yang berkelanjutan. Salah satu caranya yaitu mengetahui jauh lebih dalam alat penangkapan ikan, mulai dari cara operasi penangkapan ikan, unit sumberdaya ikan, dan tujuan dari penangkapan ikan itu sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Anonimous.1975.FAO CATALOGUE OF SMAIL SCALE FISHING GEAR.FAO of.
Artikel mengenai Pukat Udang. WIKIPEDIA INDONESIA.
Ayodhyoa, A.U. 1983. Metode Penangkapan Ikan. Cetakan pertama. Faperik: IPB Bogor.
Drs. Waluyo Subani, Ir. H.R. Barus. 1998/1999. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Balai Penelitian Perikanan Laut.

Manza, Huteri.2011. Mengenal Jenis-Jenis Penangkap Ikan, Khas Indonesia. [terhubung berkala] www.huteri.com/.../mengenal-jenis-jenis-penangkap-ikan-khas-indon.. (25 Desember 2011)

Muhammad, Fadli.2011. Pukat Udang .[terhubung berkala] fadlimuhamadakbarsaun.blogdetik.com/2010/12/24/pukat-udang/ (25 Desember 2011)

Sudirman, Mallawa Achmar. 2004. Teknik Penangkapan Ikan. Rineka Cipta: Jakarta.

Selasa, 10 Januari 2012

SOAL EKOLOGI SMSTR 2

Mata Pelajaran : BIOLOGI
Sat. Pendidikan : SMA
Kelas / Program : X (SEPULUH)
PETUNJUK UMUM
1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan
2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja
3. Kerjakanlah soal anda pada lembar jawaban
4. Gunakan waktu dengan efektif dan efisien
5. Periksalah pekerjaan anda sebelum diserahkan kepada Pengawas
SOAL :
1 . Makhluk hidup dan faktor abiotik pada suatu lingkungan merupakan suatu kesatuan yang saling berinteraksi, disebut .....
a. komunites
b. habitat
c. populasi
d. ekosistem
e. biomassa
2 Berikut ini adalah faktorfaktor lingkungan
1. Salinitas
2. PH
3. Predator
4. Topografi
5. Detritivor
6. Decomposer
Yang termasuk kedalam faktor biotik adalah....
a. 1 – 2 4
b. 2 – 5 6
c. 4 – 5 6
d. 2 – 3 5
e. 3 – 5 6
3 Semua macam spesies yang terdapat dalam suatu habitat disebut...
a. populasi
b. komunitas
c. ekosistem
d. bioster
e. bioma
4. Di bawah ini adalah macammacam bioma
1. Hutan hujan tropis
2. Taiga
3. Gurun
4. Padang rumput
5. Tundra
6. Hutan gugur
Urutan bioma mulai dari katulistiwa menuju kutub adalah...
a. 1 – 2 – 3 – 4 – 5 – 6
b. 2 – 3 – 4 – 1 – 6 – 5
c. 4 – 3 – 1 – 2 - 5 – 6
d. 1 – 4 – 3 – 5 – 6 – 2
e. 3 – 4 – 1 – 6 – 2 – 5
5. Dalam suatu ekosistem kolam terdapat :
1. Hewan karnivora
2. Bakterj pengurai
3. Plankton
4. Zat organic
5. Herbivora
Dan komponen ekosistem tersebut dapat disusun suatu mata rantai makanan yang susunannya sebagai berikut :
a. 4 – 2 – 3 – 5 – 1
b. 5 – 3 – 1 – 2 – 4
c. 5 – 2 – 1 – 4 – 3
d. 4 – 3 – 5 – 1 – 2
e. 4 – 5 – 1 – 2 – 3
6. Dari suatu ekosistem kolam, terdapat sejenis Alga yang berwarna biru, menempel pada batu, bersel satu, klorofilnya tersebar. Berdasarkan ciricirinya, Alga tersebut berperan sebagai ....
a. konsumen I .
b. konsumen II
c. pupuk dalam air
d. tumbuhan perintis
e. perlindungan organisme lain
7. Pada sebidang ladang terdapat komponenkomponen sebagai berikut :
I. Tanaman jagung
II. Burung kecil
III. Ulat
IV. Tikus
V. Ayam
VI. Ular
Komponenkomponen ini akan merupakan kehidupan saling ketergantungan bila tersusun dalam rantai makanah, yakni ......
a. I – II – III – IV – V
b. I – III – V – IV
c. I – III – II – IV – VI
d. I – II – IV – V
e. I – IV – VI
8. Hubungan antara nyamuk dan cecak termasuk hubungan .....
a. mutualisme
b. antiblosis
c. preclasi
d. komensalisme
e. kompetisi
9. Dalam hal manakah manusia hidupnya tergantung pada tumbuhan?
a. sumber mineral
b. menceqah polusi
c. sumber O2
d. sumber industry
e. pengikat CO2
10. Perhatikan diagram berikut !

Dari bagian jaringjaring makanan di atas, burung merupakan.....
a. konsumen 1
b. konsumen 3
c. bukan konsumen 2 dan 3
d. konsumen 2
e. konsumen 2 dan 3
11. Suatu tipe interaksi, yang mana dari interaksi tersebut yang satu memperoleh keuntungan dan yang satu mengalami kerugian dinamakan ....
a. mutualisme
b. kompetisi
c. parasitisme.
d. komensalisme
e. predasi
12 Dalam ekosistem air, terdapat interaksi antara hiu dan ikan remora yang dikenal dengan tipe komensalisme, yaitu ....
a. hiu dan remora saling menguntungkan
b. remora mendapatkan keuntungan dan hiu tidak dirugikan
c. hiu sebagai pemakan remora yang bertubuh kecil
d. torjadi perebutan makanan antara hiu dan remora
e. remora memperoleh makanan dari dalam tubuh hiu
13. Suatu tipe interaksi, yang mana dari interaksi tersebut kedua spesies memperoleh keuntungan dinamakan ....
a. mutualisme
b. kompetisi
c. parasitisme.
d. komerisalisme
e. predasi
14. Peranan dekomposer bagi kesuburan tanah ialah ....
a. mengikat N2 dari tanah dan udara
b. mengurai zat organic menjadi anorganik
c. mengikat N2 dan merubahnya menjadi N dalam senyawa anorganik
d. mengikat N menjadi zat anorganik
e. mengurai zat organic menjadi N dalam senyawa anorganik
15. Pembasmian burungburung pengganggu pertanian ternyata menimbulkan masalah baru bagi petani, karena ....
a. hilangnya kicau burung yang merdu
b. berkurang pupuk dari kotoran burung
c. populasi ulat pengganggu meningkat
d. sumber protein hewani berkurang
e. produksi menurun karena penyerbukan kurang.
16. Berdasarkan skema jaringjaring makanan ini, apabila populasi udang berkurang atau punah, akan mengakibatkan

a. fitoplankton berkurang
b. bakteri saprofit bertambah
c. zooplankton berkurang
d. ikan besar bertambah.
e. ikan kecil berkurang
17. Hutan yang dijadikan area permukiman akan menimbulkan suatu dampak, seperti yang terlihat pada gambar di atas. Kemungkinan besar dampak yang tinggi adalah ....

a. keseimbangan air terganggu
b. kelestarian spesies terganggu
c. sumber perekonomian kurang
d. hutan menjadi gundul.
e. erosi mudah terjadi
18. Permukaan danau yang tertutup oleh eceng gondok akan menyebabkan biota yang dibawahnya tidak dapat hidup, karena .......
a. penetrasi cahaya matahari ke dalam air kurang
b. kandunganCO2 di dalam air berkurang
c. kandungan O2 dalam air banyak
d. kandungan CO2 di dalam air sedikit
e. kandungan O2 dalam pir kurang
19. Berikut ini adalah perubahan lingkungan akibat campur tangah manusia, kecuali .....
a. menangkap ikan dengan pukat harimau
b. penebangan pohon secara liar
c. kemarau panjang yang mengakibatkan kebakaran
d. pengeringan rawarawa untuk lahan pertanian
e. mendirikan industri
20. Penebangan hutan yang tidak terencana dengan tepat menyebabkan makhluk hidup menderita sebab ....
a. kayu untuk bahan bangunan akan berkurang
b. makhluk hidup sangat tergantung kepada hutan
c. saat hujan turun, air tak dapat menahan lapisan tanah
d. sumber devisa bagi Negara akan berkurang
e. semua hewan/tumbuhan langka akan musnah
21. Pembuangan sampah organik kedalam bahanbahan yang seperti sungai atau danau dapat mengakibatkan pertumbuhan alga tak terkendali (blooming). HaL ini disebabkan penumpukan mineral yang disebut .....
a. nitrifiakasi
b. desimilasi
c. mineralisasi
d. eutrofikasi
e. amonifikasi
22. Meningkatnya kerusakan hutan akibat penebangan secara liar tanpa penanaman kembali mengakibatkan menurunnya produktivitas hutan. Hal ini dapat terlihat pada grafik ....

a. (1)
b. (2)
c. (3)
d. (4)
e. (5)
23. Berdasarkan gambar tersebut di atas, aliran energi terjadi dari ….

a. diatomae ‑‑‑ krustacea ‑‑‑ kamivora ‑‑‑ zooplankton
b . diatomae ‑‑‑ ikanikan kccil ‑‑‑ ikanikan besar ‑‑‑ burung laut
c. krustacea ‑‑‑ diatomae ‑‑- zooplankton - kamivora
d. saprofit ‑‑‑ cumicumi ‑‑‑ ikanikanlecil ‑‑‑ burunglaut
e. zooplankton ‑‑‑ paus biru ‑‑‑ krustacea ‑‑‑ paus pembunuh.
24. Perhatikan gambar piramIda di samping!

Piramida disamping merupakan ….
a. piramida jumlah
b. piramida energi
c. piramida, blomassa
d. piramida berat
e. piramida ekologi
25. Dalam suatu piramida ekologi, kedudukan paling bawah ditempati oleh ….
a. karnivora
b. produsen
c. omnivore
d. konsumen
e. herbivore
26. Berdasarkan bagan ekosistem air laut di atas, macam biota yang sesuai menempati daerah D adalah ....

a. konsumen ll, konsumen I
b. konsumen I, produsen
c. konsumen II, dekomposer
d. konsumen I, dekomposer.
e. konumen II, produsen
27. Perhatikan bagan suksesi khas darat ini.
Urutan suksesi komunitas. yang benar adalah
a. 1, 2, 3, 4, 5,
b. 2, 3, 1, 4, 5
c. 2, 3, 4, 2, 1
d. 3, 2, 1, 4, 5
e. 3, 2, 4, 2, 1
28. Ekosistem alami dapat mengalami kerusak,an dan membentuk ekosistem suksesi primer. Salah satu penyebab kerusakan tersebut adalah ….
a. penebangan habis hutan
b. timbunan dan lahar gunung berapi
c. pembakaran hutan berulang-ulang
d. penebangan dan pembakaran hutan
e. perladangan berpindah-pindah
29. Bagian yang berlabel x dan y adalah ….

a. ekskresi dan pembusukan
b. nitrifikasi dan denitrifikasi
c. amonifikasi dan nitrifikasi
d. fotosintesis dan respirasi ­
e. respirasi dan fotosintesis
30. Perhatikan skema jaringjaring makanan di bawah ini !
Jika populasi zooplankton berkurang, akan diikuti penurunan populasi ....
a. ikan besar
b. lkan kecil
c. udang
d. pengurai
e. fitoplankton
31. Peruhahan lingkungan dapat terjadi karena perbuatan manusi, seperti yang terjadi di Pantai Kampung Laut Cilacap dengan membabat hutan bakau untuk tambak ikan. Sebagai akibat pembabatan hutan bakau adalah …..
a. populasi ikan besar meningkat karena arealnya lebih luas
b. populasi ikan besar menurun, karena kehilangan tempat berteduh
c. populasi udang besar meningkat, karena leblh leluasa mencari tempat tinggal
d. populasi udang kecil menurun, karena tidak bisa mencari makanan yang menempel pada akar bakau
e. penduduk Kampung Laut Cilacap secara m.endadak terserang wabah muntaber
32. Gas CFC masuk ke stratosfir dan merusak lapisan ozon yang berfungsi sebagai penyaring radiasi ultraviolet dari cahaya matahari. Jika intensitas radiasi ultraviolet bertambah, Maka dapat menyebabkan ....
a. kanker kulit
b. penyakit pernapasan
c. logam muclah berkarat
d. kerusakan hb
e. kenaikan suhu
33. Efek rumah kaca merupakan masalah lingkungan yang berbahaya karena dapat menaikan ......
a. kadar C02 atmosfer
b. kadar bahan pencemaran
c. kadar partikel udara
d. suhu lingkungan
e. kelembaban udara
34. Aktivitas manusia ygng dapat menimbulkan gangguan keseimbangan lingkungan adalah...
a. lading berpindah dan pertanian monokultur.
b. portanian organik dan hidroponik
c. kultur jaringan dan radiasi induksi
d. rotasi tanaman dan pembakaran hutan
e. menjaring ikan dengan sistem pukat harimau
35. Dalarn ekosistem air tawar terjadi pencemaran DDT, maka urutan kandungan DDT. dari yang terkecil sampai yang terbesar adalah .....
a. fitoplankton zooplankton ikan kecil ikan besar
b. zooplankton fitoplankton ikan kecil - ikan besar
c. ikan kecil fitoplankton zooplankton ikan, besar
d . ikan kecil ikan beser – zooplankton - fitoplankton
e. ikan besar – ikan kecil – zooplankton - fitoplankton
36. Contoh penerapan yang benar dalam kehidupan seharlhari menurut prinsip etika lingkungan manusia sebagai bagian dari lingkungan adalah.....
a. menghemat penggunaan bahan baker
b. mengolah sumber daya alam semaksimal mungkin
c. memelihara burung peliharaan dalam sangkar yang indah
d. mengolah.limbah sebelum dibuang ke lingkungan
e. menghemat penggunaan air minum dan listrik di rumah
37. Dewasa ini banyak dijumpai tanah kritis, karena banyak menebang kayu sccara liar untuk perluasan areal pertanian. Oleh karena itu pemerintah mengadakan peraturan tentang penebangan kayu. Yang boleh ditebang hanya pohonpohon yang mempunyai ketinggian tertentu. Tujuannya adalah agar ....
a. kayu yang ditebang cukup umur
b. melindungi butan
c. mendapatkan kayu yang berukuran sama
d. tinggi kayu di hutan dapat rata
e. penebang kayu puas dengan kayukayu yang ditebangnya.
38. Manakah di antara bentuk grafik di bawah ini yang menunjukkan akibat eksploitasi secara tak terkendali terhadap sumber daya alam vang tak terbarukan?
a b c d e
Keterangan :
Sumbu x = exploitasi
Sumbu y = sumber daya alam
39. Penggunaan DDT yang berlebihan dapat menyebabkan pencemaran air atau tanah. Berikut ini merupakan sifat DDT dalem pencemaran, Kecuali...
a. sukar diuraikan
b. larut dalam lemak
c. dapat merusak jaringan tubuh
d. tidak dapat masuk pada plankton­
e. dapat pindah ke dalam tubuh organisme lain
40. Komponenkomponen yang terdapat dalam suatu ekosistem terdiri atas: senyawa anorganik, plankton, ikan, burung pemakan ikan, dan guano.
Jika terjadi pengambilan ikan secara besarbesaran, akibat yang timbul adalah ....
a. penurunan kadar senyawa anorganik penaikan populasi burung
b. penaikan populasi plankton, kenaikan kadar senyawa anorganik
c. penaikan popolasi burung, penaikan populasi plankton
d. penaikan populasi burung, penaikan populasi plankton
e. penurunan populasi burung, penaikan populasi plankton
41. Suatu zat atau benda dikatakan polutan apabila ......
a. jumlahnya melebihi normal dan berada pada waktu yang tidak tepat
b. berada pada tempat yang tidak semestinya
c. jumlahnya melebihi normal, berada pada waktu yang tidak tepat, dan berada pada tempat yang tidak semestinya
d. jumlahnya melebihi normal
e. berada pada tempat yang tidak semestinya, jumlahnya kurang dari normal
42. Dibawah ini terdapat macammacam bahan :
1. CFC
2. uap air hasil pembakaran
3. SO2
4. kulit pisang yang dibuang di jalan raya
5. pembusukan daun yang gugur
6. Kaleng kosong yang dibuang di tempat terpencil
Bahan yang menyebabkan polusi ......
a. 1 – 2 – 3
b. 1 – 3 – 6
c. 4 – 5 – 6
d. 1 – 3 – 5
e. 2 – 4 – 5
43. Tragedi Minamata di Jepang disebabkan pencem'aean logam berat....
a. Pb
b. CN
c. Zn
d. Hg
e. Cu
44. Jika suatu kawasan telah mengalami polusi udara yang parah maka pada kawasan tersebut tidak akan dijumpai ......
a. alga
b. pakupakuan
c. bakteri
d. lichenes
e. rumput
45. Polusi air dapat diidentifikasi dengan cara sebagai berikut, kecuali ….
a. mengukur populasi bakteri
b. menguji kahdungan oksigen
c. menguji kecepatan allran sungai
d. menguji kandungen bahan organik
e. menguji tingkat kekeruhan air
46. Tujuan penghijauan yang dilakukan di kotakota besar adalah .....
a. mempertinggi suhu udara
b. mempertinggi kadar oksigen di udara
c. mempertinggi kadar CO2 di udara
d. mempertinggi penghasilan penduduk
e. mempertinggi kadar kelembaban udara
47. Sampah plastik tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Untuk memperkecil kadar polusinya dapat dilakukan dengan cara.....
a. menghindari produksi bahan jadi dari bahan baku plastik
b. sampah plastik didaur ulang
c. melarang masyarakat menggunakan plastik
d. mengumpulkan sampah plastik dan ditempatkan di lokasi yang aman
e. membakar sampah, plastik
48. Salah satu cara yanq termasuk perlindungan terhadap margasatwa langka adalah ....
a. mengadakan perburuan hewan langka di hutan
b. meningkatkan pendapatan penduduk setempat
c. memberikan penyuluhan kepada masyarakat
d. memelihara hewan piaraan di rumah
e. mengadakan lomba kicau burung
49. Salah satu cara penanggulangan pencemaran air yang merupakan dampak kemajuan IPTEK adalah....
a. membatasi penggunaan bahanbahan kimla
b. mengolah limbah sebelum dibuang ke sungai
c. menutup industriindustri bahan kimia
d. memberi sanksi kepada pengusaha industri
e. membuang limbah sedikit demi sedikit
50. Perhatikanlah tindakan di bawah ini :
1. Perlengkapan di hutan
2. Tebang pilih
3. Reboisasi
4. Pembatasan penebang
5. Mengekspor kayu glondongan
Langkah-langkah pengawetan hutan yang dilakukan bila hutan dibudidayakan hasilnya adalah ….
a. 1,3,5
b. 2,3,4
c. 1,4,5
d. 1,2,3
e. 1,3,5
JAWAB
  1. D
  2. E
  3. B
  4. D
  5. D
  6. D
  7. C
  8. C
  9. C
  10. E
  11. C
  12. B
  13. A
  14. E
  15. C
  16. A
  17. E
  18. E
  19. C
  20. D To be continues ada tamu hahaha
semoga lancar UAS semester 5, amin
Glitter Words
[Glitterfy.com - *Glitter Words*]